Jalan Merah Radikal Dunia Maya

Konco Damai-Perkembangan penyebaran paham radikal ternyata berbanding lurus dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Terbukti, konten-konten yang ada di dalam website dan media online negatif tersebut  cenderung berisi pemberitaan SARA, propaganda, paham radikal, dan ujaran kebencian

website-website radikal tersebut, sebagian sudah kami blokir. Kami dapat masukan dari BNPT” ungkap Henri Subiakto, Staf Ahli Bidang Hukum Kemenkominfo.

Henri menjelaskan modus kelompok teroris untuk mencari anggota baru melalui social media terangkum dalam sejumlah tahapan. Pertama, agar ada yang tertarik untuk bergabung, maka dibuat website yang mengatasnamakan religiusitas tetapi berkonten radikal.

Setelah korban tertarik, lalu muncul ajakan berkomunikasi melalui aplikasi chatting yang lebih privasi, yakni Telegram.

“Mereka saling berkomunikasi di facebook dulu. Ngelike link yang disebarkan, kemudian saling respon, inbox-an, baru kemudian untuk lebih privasi pakai telegram,” tambah Henri.

Untuk itu masyarakat diminta agar waspada dan bijak dalam menerima informasi di dunia maya manakala ada indikasi konten-konten yang bermuatan paham radikal.

 

Sintia Ricardo || KoncoDutaDamai.id

Menyampaikan Pesan Layaknya Sahabat

Please follow and like us:

Post Author: konco

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *