Hari Sumpah Pemuda

Menyelami Makna Sumpah Pemuda untuk Damainya Indonesia

KONCO DAMAI,- Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, pemuda-pemudi Indonesia mengucapkan ikrar bersejarah. Ikrar tersebut dikenal dengan Sumpah Pemuda yang merupakan keputusan kongres pemuda ke-2 yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia (saat ini Jakarta). Pada Kongres ini mempertemukan pemuda dan pemudi yang berasal dari berbagai pelosok Indonesia.

Sumpah pemuda yang berisi tentang penegasan bahwa pemuda pemudi indonesia bertanah air satu, satu bangsa dan satu bahasa, yakni Indonesia. Bukanlah sebuah sumpah biasa, namun didalamnya terkandung impian dan cita para pemuda Indonisa untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Mengetahui bahwa Indonesia yang tertuang atas berbagai suku bangsa, ragam bahasa. Dengan sumpah pemuda lah, mempesatuakn bagsa Indonesia, tanpa memandang ras, suku dan agama. Dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, melalui sumpah pemuda menjadi batu loncatan semangat pemuda.

Menurut Gus Yaqut dalam Kemah Pemuda dan Soft Launching Kirab Satu Negeri di Jakarta, Sumpah Pemuda memiliki makna penting yang terkandung didalamnya. Gus yaqut mengatakan, salah satu makna tersebut adalah Keberagaman yang merupakan kekuatan, kebhinekaan yang menadi senjata untuk mengalahkan penindasan.

Indonesia memang sudah merdeka secara konstitusi, wilayah dan kedaulatannya. Namun jika diukur dari kondisi pemuda-pemudinya dapat dikategorikan belum merdeka. Banyak di antaranya belum memahami secara utuh mengenai cita-cita dan harapan para pemuda saat itu untuk Indonesia saat ini. Gus Yaqut meminta pemuda generasi penerus bangsa agar selalu mengingat dan membakar semangat yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda. Hal ini sangat penting dalam upaya membangun bangsa.

Sesungguhnya Sumpah Pemuda memberi makna perlindungan, yakni kelompok mayoritas memberikan perlindungan bagi kelompok minoritas. Sebagai contoh, meskipun mayoritas bangsa Indonesia adalah beragama Islam, namun para pemuda juga sepakat tentang Tanah Air Indonesia, bukan Tanah Air islam Indonesia.

Sumpah Pemuda  sudah cukup menegaskan tanah air, bangsa dan bahasa kita adalah satu, yakni Indonesia. Sejarah telah menuangkan semangat perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan Indonesia dari penjajah tanpa membandingkan suku, ras, dan agama. Para pendahulu tidak menjadikan perbedaan untuk memecah belah namun memanfaatkannya untuk mempersatukan bangsa.

Lalu bagaimana dengan pemuda-pemudi saat ini? Dengan terus menanamkan semangat Sumpah Pemuda, juga memanfaatkan kebhinekaan untuk kemajuan dan perdamaian Bangsa Indonesia.

 

Rezi Hidayati  || KoncoDutaDamai.id

Menyampaikan Pesan Layaknya Sahabat

Please follow and like us:

Post Author: konco

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *