Gagalnya Sebuah Produk Bernama Terorisme ( Bagian 1 )

Konco Damai-Nco, di tahun 2017 ini tidak diragukan lagi secara tidak langsung, kita mungkin kerap berkomunikasi dengan radikalisme lewat produk berupa konten-konten radikal di sosial media. Kita berada di tengah-tengah peperangan melawan versi baru dari terorisme. Semacam terorisme model lama, versi tradisional, tapi telah dikemas khusus untuk abad ke-21. Satu hal yang cukup penting saat […]

Radikalisme Mengintai Pengangguran

Tulisan ini terinspirasi dari TED TALKS: Mohamed Ali: The link between unemployment and terrorism Konco Damai-Mari kita mulai tulisan ini dengan sebuah kisah seorang pemuda dari kota kecil, di utara Somalia. Daerah asalnya adalah salah satu wilayah miskin Somalia yang mana kelaparan adalah menu harian mereka. Tidak ada kesempatan dalam hal pekerjaan, sang pemuda memutuskan […]

Meneliti Wajah 72 Tahun Indonesia

Republik Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke-72 tahun pada Kamis 17 Agustus 2017. Acara rutin pun di gelar, di Indonesia maupun di kedutaan besar Republik Indonesia di berbagai negara. Seperti biasa pula Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di DPR dan disusul peringatan detik-detik proklamasi di Istana Negara. Dan memasuki usia 72 tahun, Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang […]

Refleksi Dirgahayu: Kenapa Siswa Wajib Menyanyikan Indonesia Raya?

Ditandai dengan direkamnya kembali lagu Indonesia Raya dalam bentuk lengkap tiga stanza di perusahaan rekaman Lokananta, Solo, Sabtu (20/05/17) lalu, maka secara resmi ditetapkanlah bagi setiap siswa sekolah untuk tidak hanya  menyanyikan Indonesia Raya, tetapi juga hak atas pembekalan materi sejarah kelahiran lagu kebangsaan itu dalam semester depan, Agustus 2017 ini. Penggunaan dua approach tersebut diharapkan […]

Jalan Murtad Minangkabau

Konco Damai, –Dalam petatah-petitih Minangkabau, orang minang diibaratkan bagai kucing. Kucing itu binatang lihai, warnanya kuning berkehendak kemenangan, klop dengan phrase “taimpik ndak diateh, takuruang ndak dilua” (terhimpit hendak diatas, terkurung hendak diuar). Darah bargaining kental sekali dalam darah anak minang, deal-dea-lnya harus jelas, cupak jo gantang (untung, rugi), walaupun selalu dalam lingkup pragmatis “lamak diawak, katuju diurang”(enak […]